logoPreloader

Latest Trend

KUASAI PASAR BAKERY DAN PASTRY DENGAN FOOD TRUCK

Kuasai Pasar Bakery dan Pastry Dengan Food Truck


Jika Sahabat Filma pernah mendengar ungkapan 'sejarah berulang', hal ini terjadi pada fenomena Food Truck. Muncul pertama kali di Amerika Serikat pada era 1800-an, Food Truck sempat 'tenggelam' karena posisinya tergantikan oleh restoran dan toko-toko. Namun kini, Food Truck kembali populer sebagai tempat menjual makanan, bahkan hingga ke seluruh dunia termasuk Indonesia.

Berdasarkan catatan sejarah, kemunculan Food Truck dipelopori oleh The Texas Chuckwagon buatan Charles Goodnight pada tahun 1866. Enam tahun kemudian atau pada tahun 1872, Walter Scott menggunakannya untuk menjajakan sandwich, pie dan kopi di depan kantor redaksi koran lokal di Rhode Island.Food Truck baru menggunakan truk bermesin di tahun 1940-an. Namun, popularitas restoran cepat saji yang semakin meningkat membuat Food Truck tak dilirik lagi.

Fenomena Food Truck sebagai bagian dari budaya populer di Amerika muncul kembali sekitar tahun 2008. Restoran berjalan itu semakin menjamur dengan berbagai variasi menu. Toko bakery dan pastry, bahkan café pun banyak yang dioperasikan menggunakan Food Truck.Nilai jual produknya pun saat ini pun jauh lebih tinggi dibandingkan di masa lalu ketika Food Truck sering diidentikkan dengan makanan murah, lezat, namun sedikit diragukan kebersihannya. Lingkup penjualannya juga semakin luas, dari yang sebelumnya hanya memenuhi pasar para buruh kasar kini juga menyasar ke pekerja kantoran. Tidak heran jika Food Truck masuk daftar Top Trend 2011 dalam survei National Restaurant Association.

Bukan hanya di Amerika, popularitas Food Truck pun melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia. Demam restoran berjalan yang baru dimulai di negara kita setahun terakhir masih memberi banyak peluang terjun ke bisnis tersebut. Apalagi, masih sedikit Food Truck yang menjual produk bakery dan pastry.

Di Indonesia, konsep ini memberikan solusi bagi para entrepreneur yang ingin memulai bisnis kuliner dengan dana terbatas. Hal ini diakui Maya Rusdianto, pemilik Black Jack Food Truck yang menjual makanan cepat saji seperti burger dan burrito.

"Sekarang itu kalau mau sewa space di mal harganya sudah mahal sekali, bahkan ada beberapa yang yang menggunakan dollar. Kalau Food Truck lebih enak karena ini kan properti sendiri bukan menyewa dan bisa berpindah," ujarnya seperti dilansir dari Liputan6.com.

Black Jack Food Truck ini sudah cukup terkenal di kalangan pecinta kuliner di Indonesia karena produk yang dijualnya cukup unik, yaitu burger dan burito berwarna hitam. Maya mengaku terinspirasi dari Kuro Burger (burger hitam) yang sedang populer di Jepang. Warna hitam pada roti burger merupakan campuran tepung dengan arang bambu yang dikenal memiliki khasiat untuk detoksifikasi tubuh.

Untuk memiliki Food Truck sendiri, Sahabat Filma memang tak perlu membeli mobil baru. Mobil bekas yang masih bagus kondisinya dan sudah direnovasi bisa didapat dengan harga jauh lebih murah dibandingkan membeli toko atau menyewa toko di mal. Keuntungan lain, tentu saja Anda bisa memilih sendiri lokasi berjualan. Inspirasi bisnis Food Truck ini, bisa juga Sahabat Filma temui pada film "Chef" yang di perankan Jon Favreau, yang menyulap truck rongsokan menjadi Food Truck dengan menu laris manis dan berkelas.

Di sisi lain, bisnis Food Truck juga memberikan tantangan tersendiri. Menurut pemilik Jakarta Food Truck (JFT) Anglia G Auwines, salah satu tantangan yang harus dihadapi pengusaha bisnis ini adalah masalah perizinan yang masih sulit didapat. Bukan hanya izin operasi mobilnya tapi juga izin untuk berjualan di lokasi tertentu.

"Orang masih bingung ini jenisnya apa. Bahkan pernah sampai diusir saat berjualan di Monas oleh Satpol-PP," katanya seperti dikutip dari Kompas.com.

Tantangan lainnya adalah saingan yang tidak bisa dihindari karena semakin maraknya pelaku bisnis Food Truck di Indonesia, terutama di Jakarta. Maka, untuk menjalankan usaha ini juga diperlukan strategi tertentu agar bisnis berjalan lancar. Berikut ini beberapa trik yang bisa Anda terapkan:

  1. Promosi Via Media Sosial

    Saat ini media sosial sudah seperti menjadi kebutuhan setiap  orang. Maka, promosi atau strategi pemasaran melalui Facebook, Twitter, Instagram dan media sosial lainnya merupakan hal yang penting agar Food Truck Sahabat Filma dikenal luas.

  2. Promosi Dengan Website Profile Food Truck

    Dengan membuat website, bisnis Anda akan terlihat lebih berkelas. Orang akan memberi penilaian lebih terhadap usahaSahabat Filma dengan adanya website tersebut.

  3. Desain Truck Yang Kreatif

    Truk dengan desain menarik dan unik secara tidak langsung akan memberikan rasa penasaran terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya.

    Desain Truck Yang Kreatif

  4. Strategi Pemilihan Lokasi

    Untuk memilih lokasi yang tepat, ada dua pilihan, menempati lokasi yang sudah ramai atau membuat lokasi menjadi ramai. Perbedaan dari kedua tempat tersebut ada pada ketersediaan lahan. Artinya, jika tempat yang akan digunakan untuk berjualan sudah ramai dan strategis,akan sulit mendapat tempat yang kosong. Oleh karena itu, perlu memprediksinya dengan melakukan survei lapangan terlebih dulu agar Food Truck Sahabat Filma tidak berada terlalu dekat dengan pesaing.

  5. Strategi Biaya

    Food Truck tidak harus menggunakan kendaraan atau truk yang besar, karena semakin besar truk yang digunakan akan semakin mahal harganya, termasuk biaya perawatan, perizinan, pajak, serta bahan bakarnya.

  6. Menu Berbeda

    Selain praktis, menu yang disajikan umumnya juga spesifik, sesuai dengan tema yang diangkat pengelola. Maka, Sahabat Filma perlu memikirkan tema bisnis secara keseluruhan yang diaplikasikan dalam desain truk dan produk-produk yang dijual. Beberapa jenis produk praktis yang bisa Anda jual antara lain; roti-roti manis, donat, cupcake dan muffin. Produk-produk ini mudah dikemas sehingga tidak merepotkan untuk dibawa maupun dimakan di tempat.

Akan lebih baik jika Sahabat Filma juga menyediakan souvenir serta potongan harga bagi pelanggan setia. Itu akan memperkuat brand image, sehingga kemanapun Food Truck Anda berjalan, pasti akan dicari oleh pelanggan.

Bagaimana Sahabat Filma, sudah siap terjun ke bisnis Food Truck atau mungkin bisa disebut sebagai Bakery & Pastry Truck?

Artikel Terkait

Komentar (0)
Belum terdapat komentar pada halaman ini.